Izzor's Blog

Life is Adventure

Malu Bertanya Sesat di Jalan

Tinggalkan komentar

questionsMungkin pepatah ini sudah sering terdengar di telinga kita, ini adalah pepatal lama yang masih tetap relevan sampai saai ini. Seperti yang kita ketahui, bertanya adalah salah satu cara untuk dapat mengukur kemampuan seseoarang, orang yang mempunyai bobot pertanyaan yang tinggi maka dia memiliki kemapuan pemahaman yang tinggi, begitu pun sebaliknya orang yang bertanya dengan pertanyaan yang tidak berbobot,memiliki kemampuan pemahaman yang rendah. Walaupun begitu, untuk bisa membuat kita terbiasa dengan bertanya dengan pertanyaan yang berbobot, diperlukan keseringan kita untuk bertanya, mungkin dalam keseringan itu kita juga akan sering bertanya hal-hal yang tidak penting, tapi ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang harus kita lewati untuk mencapai hal yang kita inginkan.

Di Indonesia, kemampuan bertanya ini tidak diasah dengan baik. Sejak SD, siswa-siswanya tidak dilatih untuk bertanya juga terdapat anggapan buruk dalam bertanya, seperti jika ada anak yang bertanya, maka anak yang lain menggangap anak tersebut itu sok tahu, atau menganggapnya hanya menghabiskan waktu saja, ada  juga anggapan guru yang merasa diremehkan oleh muridnya jika bertanya sesuatu hal. Hal ini tentu saja terbawa oleh siswa-siswanya sampai pendidikan selanjutnya. Bahkan sampai siswa-siswa tersebut menjadi seorang mahasiswa yang merupakan calon penerus bangsa, kebiasaan ini masih ada. Padahal bertanya adalah salah satu cara dari siswa untuk mendapatkan ilmu atau pelajaran yang tidak dimengertinya ketika guru sedang menjelaskan, atau di saat muncul keingintahuan yang besar. Keingintahuan dari siswa ini harus diasah agar dapat menjadi sesuatu yang mungkin akan berguna bagi bangsa ini, karena hanya dengan keingntahuan akan sesuatu kita dapat menciptakan sesuatu. Keingintahuan ini juga yang dapat memajukan teknologi bangsa kita, yang mungkin masih jauh dari negara-negara maju untuk saat ini. untuk itulah perlu dilatih rasa keingintahuan ini sejak kecil. Di Amerika saja anak-anaknya bebas bertanya kepada gurunya, bahkan ketika gurunya sedang menjelaskan pun mereka tetap bertanya, hal ini karena keingintahuan mereka yang besar, sehingga keingintahuan ini membuat negara mereka dapat maju dan berkembang pesat.

Masalah ini tentu saja dapat dipecahkan jika anak-anak sudah dibiasakan untuk bertanya sejak kecil, orang tua pun juga harus memberikan rangsangan biar anak sering bertannya atau pun bersedia menjawab apa yang ingin diketahui oleh anak agar rasa keingintahuannya tetap terjaga tetapi juga sesuai dengan batas-batas tertentu. Guru juga turut berperan besar dalam mengasah kemampuan anak untuk bertanya, guru diharapkan dapat memberikan pengertian kepada anak-anak untuk jangan malu untuk bertanya, guru juga harus bersedia menjawab apa yang ingin diketahui anak, karena jika tidak maka anak tersebut akan merasa malu untuk bertanya lagi, guru juga diharapkan memberikan rangsangan seperti mengharuskan anak untuk bertanya ketika selesai pelajaran atau memberikan materi yang sulit sebagai pekerjaan rumah sehingga diharapkan anak tersebut mau bertanya kepada orang lain di rumahnya, baik orang tuanya mau pun kakaknya. Hal ini perlu dilatih terus menerus secara konsisten sehingga anak tersebut sampai dewasa tetap terjaga rasa keingintahuaannya. Sehingga anak-anak ini dengan kengintahuan mereka dapat memajukan bangsa kita.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s